Kamis, 23 April 2020

Lomba Blog WBCD2020_ Ini Aku Anak Indonesia_Alberto_DPLF


Saat manusia menyombongkan teknologinya, dan ingin menguasai dunia, disaat itu juga manusia diingatkan bahwa hal terkecilpun dapat membuat manusia tunduk dan tak bisa berbuat apa-apa. Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan istilah yang mulai muncul di akhir tahun 2019, dimana beberapa orang di China lebih tepatnya pada kota wuhan terjangkit virus corona jenis baru. 

Seakan tidak peduli atau menganggap remeh permasalahan tersebut, semua negara tidak melakukan pencegahan dan tetap tetap menerima pendatang dari negara tersebut, hingga akhirnya virus ini menyebar keseluruh negara didunia termasuk Indonesia dan berdasarkan data update pada tanggal 23 April 2020  diinformasikan bahwa korban positif COVID-19 di Indonesia menjadi 7.775 kasus dengan 960 orang dikabarkan sebmbuh dan 647 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tidak ada vaksin maupun obat maka jalan satu-satunya adalah menekan penyebaran virus dengan cara penerapan social distancing skala besar atau saat ini kita sering menyebutnya PSBB. Dimana setiap orang dianjurkan untuk tetap dirumah kecuali untuk alasan mendesak seperti pembelian bahan pokok atau tetap bekerja untuk bidang-bidang tertentu yang secara peraturan ditentukan untuk tetap beroperasi. 

Tetap dirumah namun target tetap tercapai maka salah satu solusi yang dapat terapkan perusahaan baik swasta maupun BUMN serta instansi pemerintah termasuk Bank Indonesia adalah sistem kerja di rumah (Work From Home/WFH). Meskipun dalam pelaksanaannya Bank Indonesia tidak memungkinkan untuk menerapkan pelaksanaan WFH secara penuh kepada seluruh pegawai mengingat terdapat berbagai hal yang harus dilaksanaankan dikantor. 

Terhadap pegawai yang melaksanakan pekerjaan di Kantor, Bank Indonesia tetap bertanggung jawab untuk tetap menjaga keamanan dan keselamatan pegawainya melalui sterilisasi lokasi kerja dengan cara penyemprotan disinfetan diseluruh area kantor secara terjadwal, tetap berusaha untuk menerapkan social distancing antar pegawai, penggunaan masker, dan tetap menyediakan fasilitas kesehatan diarea kantor. 

Sungguh suatu kebetulan atau tidak, Covid-19 muncul ketika teknologi komunikasi sudah berkembang, dimana sudah banyak hal yang dapat dilakukan secara online, seakan tidak maukalah dengan perkembangan teknologi dan punya firasat akan kebutuhan ini, Bank Indonesia juga meluncurkan dan mempercepat sosialisasi penggunaan fasilitas pembayaran non tunai berbasis QR Code atau sering kita dengar dengan sebutan QRIS, hal ini mendukung pelaksanaan social distancing pada saat melakukan transaksi pembayaran dan mengurangi penyebaran virus melalui uang tunai.

Dengan bantuan adanya aplikasi yang mendukung komunikasi, dimana saat ini kita tetap dapat melakukan diskusi dan koordinasi walaupun tetap dirumah, maka pencapaian target bahkan ketika pelaksanaan PSBB bukanlah hal yang mustahil, walaupun terkadang masih terbatas mengingat jaringan komunikasi di Indonesia saat ini belum sebaik negara maju. 

Sebagai salah satu instansi pemerintah, maka kelengkapan dokumen merupakan dasar dari semua pelaksanaan pekerjaan, dan dalam  pelaksanaan WFH penandatanganan dokumen secara berjenjang merupakan hal yang susah diterapkan, namun bagi Bank Indonesia hal ini bukanlah sesuatu yang dapat dijadikan alasan. Penerbitan payung hukum terkait penggunaan tanda tangan digital menjadi salah satu solusi yang diambil oleh Bank Indonesia untuk mengatasi ini, sehingga dimana pun kita berada, baik dikantor maupun dirumah dapat menandatangani dokumen dan diakui dan dapat dijadikan sebagai bukti yang sah dari sebuah pekerjaan.

Bank Indonesia dalam pelaksanaan tugasnya harus tetap menjada keamanan dan kerasahasiaan dokumen untuk sebagaian pekerjaan, sehingga Bank Indonesia menggunakan jaringan internal yang tidak bisa diakses melalui jaringan luar, serta terdapat batasan pengiriman file melalui email dan adanya pembatasan akses untuk terhadap fasilitas penyimpanan online yang disediakan secara gratis seperti google drive. Mungkin sedikit masukan terakait pelaksanaan WFH di Bank Indonesia agar media penyimpanan secara online dapat di akses melalui jaringan kantor, mengingat selama pelaksanaan WFH juga sering berkoordinasi dengan vendor dengan file pendukung yang cukup besar sehingga tidak memungkinkan menggunakan email kantor, namun demikian tetap melakukan penyaringan terkait dokumen apa saja yang dapat diupload pada penyimpanan online.

Terlepas dari pekerjaan kantor, pelaksanaan WFH memberikan lebih banyak waktu kepada kita untuk berada dirumah, tidak melakukan apa-apa akan menimbulkan kebosanan yang luar biasa, namun beberapa inovasi seperti belajar 3D Drawing, membuat video anismasi, merupakan pilahan yang saya pilih untuk mengisi waktu luang di rumah. Tapi lamanya pelaksanaan PSBB menimbulkan kebosanan sehingga alternative hobby lain juga diperlukan. 

Buat saya hobby lain itu adalah membaca, bersyukur Bank Indonesia menyediakan sarana belajar bukan hanya bagi pegawai namun kepada seluruh masyarakat yang ingin belajar melalui penerbitan aplikasi perpustakaan Bank Indonesia. Melalui aplikasi ini, setiap orang dapat meminjam buku cukup melalui android. Namun memang koleksi bukunya masih terbatas dan terfokus pada pembahasan Bank Sentral dan hanya sedikit buku terkait novel dan buku anak. Mungkin sedikit permintaan bagi Perpustakaan Bank Indonesia untuk dapat menambahkan beberapa novel keluaran terbaru, sehingga menjadi pilihan bagi orang-orang yang gemar membaca yang terhalang membeli/meminjam buku karena COVID-19.

#perpustakaanbankindonesia #worldbookday #shareamillionstories #digitallearning

Rabu, 27 November 2019

Tekhnologi berkembang dengan cepat, terus aku harus apa??


Ntah sudah menjadi sebuah tren atau kebiasan yang terbentuk dengan sendirinya bahwa saat ini Ketidakpedulian sudah menjadi penyakit bagi banyak orang, hal ini menimbulkan orang-orang yang mengaku kenal banyak orang tapi tidak mengenal tetangganya sendiri. Mengenal orang yang ribuan kilometer jauhnya, tapi tidak menyapa orang yang duduk disampingnya.
Mungkin salah satu penyebabnya adalah manusia sekarang sangat senang di dunia kerja, ntah itu tuntutan dari kerja atau memang gemar dikantor, saya tidak tahu. Secara penelitian setiap manusia dapat bekerja secara optimal hanya sekitar 8 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu, tapi ntah kenapa manusia sekarang gemar bekerja hingga lebih dari 12 jam sehari dan bekerja 7 hari dalam seminggu. Saya tidak tahu apakah memang load pekerjaannya sebanyak itu atau bagaimana, kalau memang beban kerja sebanyak itu maka pekerjaan tersebut sudah kurang sehat, perlu ada perbaikan dalam jumlah personilnya, kalau tidak berarti ada yang salah dengan manusianya, yang sering buang-buang waktu.
Atau mungkin penyebab lainnya adalah, bahwa saat ini kebanyakan orang akan berjalan tanpa melihat kiri dan kanan dan tetap sibuk dengan sebuah benda tipis berbentuk kotak ditangan, dan sibuk dengan dunianya sendiri tanpa peduli hal menarik yang ada disekitarnya (terkadang menimbulkan bahaya kecelakaan lalu lintas karena tidak memperhatikan jalan). Hal tersebut bukan hanya hal yang umum melihat keadaan masyarakat ibu kota bahkan sudah mulai sampai ke kabupaten atau bahkan desa tertentu.
Hampir sama dengan bekerja, kebanyakan manusia saat ini menghabiskan lebih banyak waktu dengan smartphone dari pada berinterkasi dengan orang lain atau bahkan melakukan aktifitas lain, banyak orang yang menghabisakan hari dari pagi hingga malam hanya dengan smartphone terkadang ada satu dua orang yang bahkan sampai lupa makan, lupa tidur hingga akhirnya berujung kematian. Saat ini kita bisa melihat bahwa hampir setiap orang hidup tidak bisa lepas dari smarphonenya, menit ini buka WA, menit selanjunya buka Instagram, selanjut facebook dan kembali ke WA lagi dan seterusnya hingga melewatkan banyak hal menarik yang ada disekitarnya. Terkadang saya membayangkan bagaimana jika ada kekuatan gaib yang secara tiba-tiba menghilangkan seluruh gadget/smartphone, apa yang akan terjadi, Mungkin sebagian orang akan bingung dengan dirinya, apa yang harus dilakukan dan bagaimana harus melakukannya karna banyak orang yang sudah lupa serunya bermain karena sudah digantikan oleh aplikasi permainan yang disebut-sebut memiliki nikmat yang sama, apa iya? Mungkin suatu saat nanti manusia sudah lupa cara berjalan karena aplikasi (tersinspirasi film Wall-E)
Apakah ini yang disebut kemajuan tekhnologi, atau kita saat ini sedang dikendalikan teknologi, bukan bermaksud menolak teknologi, semua ini luar biasa, tapi jangan sampai semua keluarbiasaan ini menekan sifat dasar manusia yang disebut sebagai makhluk bersosial, ataupun berinteraksi dengan sesama. Apakah hal disampaiakn dalam film yang bercerita dalam dunia modern akan benar benar terjadi. Dimana dunia akan dikuasai oleh robot atau munculnya makhluk lain karena musnahya manusia karena kebodohannya sendiri.
Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Kalau manusia tetap dengan cara hidup yang sealu bergantung dengan alat tanpa mau mengasah kemampuannya saya rasa bisa jadi jawabannya jadi ya, karena tidak ada manusia yang baru lahir langsung bisa berjalan atau bahkan merangkak, semua manusia  segala sesuatu harus dilatih, melatih tubuhnya sehingga bisa. Maka ketika manusia selalu bergantung kepada peralatan yang dibuatnya sendiri maka manusia tidak akan bisa apa-apa.

Atau jawabannya bisa jadi tidak atau bahkan membuat manusia lebih hebat lagi apabila kita menggunakan tekhnologi sebagaimana fungsinya yaitu bagaimana kita melatih tubuh kita untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dari apa yang bisa kita capai tanpa bantuan alat.
Hadirnya tekhnologi harusnya membuat masyarakat lebih dekat dan lebih bisa mengerti satu sama lain,bukanya malah menghilangkan rasa kepedulian terhadap sesama, atau bahkan meningkatkan kejahatan.
Jadi sebelum terlambat, mari merubah diri, mengembalikan tekhnologi pada keinginan penciptanya, bukan untuk menjadi barang criminal, atau barang yang membuat kita jadi malas, atau barang yang membuat kita lupa akan sekitar kita, karena manusia adalah makhluk social yang harus selalu hidup berdampingan, karena tanpa sesamanya manusia akan musnah dengan sendirinya.
Mari sekali-sekali tinggalkan dunia maya, kembali kedunia nyata dan bersosial dengan orang-orang disekitar, bukan orang-orang yang bahkan tidak kenal secara fisik, hanya tau dari dunia maya.
Dulu orang bisa hidup tanpa smartphone namun sekarang kenapa tidak.

Rabu, 24 April 2019

Bekerja kantor atau Berbisnis


“Nak, Belajarlah yang giat, rajinlah sekolah, turuti apa kata gurumu dan teruslah berjuang hingga kamu lulus sarjana dan bekerjalah dikantoran, supaya nanti hidup bahagia” kalimat ini merupakan kalimat yang selalu orang tua saya katakan untuk selalu menyemangati saya belajar, hingga terbenam dihati saya bahwa suatu saat nanti saya akan bekerja sebagai PNS atau pekerja kantoran swasta yang terkenal sehingga  terlihat menarik dengan rambut klimis muka bersih dan pakaian formalnya yang selalu rapi dan menawan (dan syukurnya cita-cita itu sudah tercapai, saya bekerja dikantoran salah satu instansi pemerintah walaupun tidak semenarik apa yang kubayangkan dulu).
Sekarang kalimat itu sudah terdengar kuno serta sudah banyak persepsi yang mengatakan hanya orang bodoh yang bekerja di kantoran ini bukan saatnya lagi untuk terpenjara di kubikal 2m x 2m, kalau anda pintar bukalah usaha sendiri karena menjalankan bisnis itu lebih menarik, lebih menantang dan anda akan memiliki kebebasan serta waktu anda hanya milik anda sendiri. Hah, Apa semua itu benar?? Atau hanya dusta belaka? Kalau seperti itu mana yang harus saya pilih, melanjutkan karir untuk bekerja dikantoran atau memulai untuk usaha sendiri dan melarikan diri dari penjara kubikal saya, atau melaksankan keduanya? (sepertinya saya akan memilih untuk tetap bekerja di penjara saya, sudah nyaman)
Kalau anda bingung dan mau bertanya kepada saya, maka saya akan menjawab anda dengan jawaban paling mengesalkan yang sudah sering anda dengarkan yaitu. Tapi apa daya Cuma itu yang bisa saya katakan. “Kerjakanlah apa yang anda senangi, Tak peduli apa yang dikatakan orang lain, dunia ini akan selalu berputar begitupun pemikiran dan cara hidup akan selalu berubah dan berulang”. Mungkin saat ini trennya adalah berbisnis namun suatu hari nanti saat semua orang sudah mulai bosan dengan berlari menuju hal yang sama maka akan muncul kembali berlari dengan tujuan yang berbeda yaitu tren bekerja dikantoran, jadi dari pada pusing memikirkan hal itu, ada baiknya anda bekerja sesuai keinginan anda.
Akan selalu ada kebimbangan dalam pemilihan pekerjaan, sebagai contoh, mungkin orang memulai untuk  bisnis akan berfikir bekerja dikantoran jelasnya, cukup datang setiap hari kekantor maka penghasilan tetap akan datang dan karir jelas, namun hidup dikantor tak seindah itu bung, ada banyak tekanan yang harus dihadapi belum lagi persaingan yang harus dihadapi dari sesama karyawan ya kecuali hanya ingin jadi karyawan yang biasa-biasa saja. Atau mungkin orang kantoran berfikir berbisnis itu enak ya, waktunya lebih flexi lebih bisa mengatur waktu sendiri, yaha mungkin sekilas dilihat ia, tapi kalau anda ingin sukses di dunia bisnis maka tidak ada katai santai disana, tak ada kata mengatur jadwal sendiri, yang ada pelanggan yang mengatur jadwal anda, kecuali anda hanya ingin menjadi pebisnis biasa saja, ya mungkin bisa dimaklumi.
Mungkin orang lain akan berkata bodoh orang yang bekerja di kantoran, atau gila orang yang berbisnis, namun selama anda senang melakukannya maka persetan dengan semua kata orang lain. Tak ada pekerjaan yang nyaman atapun lansung berhasil, semua butuh perjuangan, semua butuh proses, dan proses itulah yang membawa kita untuk terus menjadi lebih baik. Atau mungkin anda mau menjalani keduanya, tapi itu akan menyiksa anda saya sarankan jangan (jangan terlalu rakus, berilah kesempatan kepada orang lain).
Nah, dari pada pusing memikirkan kelebihan pekerjaan lain tanpa memperhatikan susahnya lebih baik tentukan pilihanmu berdasarkan bakat yang dimiliki atau kesenangan yang anda miliki yah walaupun terkadang apa yang kita senangi itu akan selalu baik bagi kita, tapi yang namanya sudah disenangi dan ada peluang, pasti suatu saat akan ada jalan menuju sukses, karna ketika kita senang mengerjakan sesuatu maka hasilnya akan lebih maksimal.